Sudut Pandang

Di Jalan Nusantara Perumnas 3 Bekasi Timur, Mas Wardi adalah seorang penjual mie ayam yang terkenal enak dan lezat. Beginilah gambaran Pak Ali tentang lezatnya mie ayam bikinan Mas Wardi itu; bisa bikin lupa mertua! Maka tidaklah mengherankan jikalau mie ayam itu menjadi amat legendaris di Perumnas 3 Bekasi Timur, sampai-sampai untuk menikmati kelezatannya harus rela antri di depan gerobak Mas Wardi dan orang miskinpun mau memaksa diri untuk menabung dulu agar bisa beli itu mie ayam.

Jikalau orang-orang menunjukkan kegilaan yang seperti itu terhadap mie ayam bikinan Mas Wardi, bagaimanakah dengan Mas Wardi sendiri?

Diceritakan bahwa Mas Wardi acuh-tak-acuh saja terhadap orang-orang yang berdesakan membeli mie ayam bikinannya. Memang tidak diceritakan bagainama sikap Mas Wardi terhadap mie ayam yang lezat bikinannya, tapi rangkaian cerita Pak Ali tetang Mas Wardi dan mie ayamnya sudah cukup menunjukkan kepada kita bahwa Mas Wardi memandang mie ayamnya tak lebih dari sebuah makanan yang dapat menghasilkan uang. Ya, tidaklah lebih dari itu, sebagai sumber uang. Aku berani bertaruh bahwa seorang pembuat mie ayam tak akan memakan habis mie ayamnya  selain hanya sekedar mencicipi…

Juga terdapat seorang OB (office boy) sebuah Bank yang wara-wiri tiap hari menggendong “buntalan” pecahan seratus ribuan yang tingginya hingga satu meter. Melihat uang setinggi itu, aku mungkin juga nasabah lainnya akan berkhayal liar tak tentu arah, tapi tidaklah demikian dengan pegawai penggendong tumpukan uang itu. Tumpukan uang yang ia bawa setiap hari, tak lebih dari benda biasa yang mesti diurusnya, sama persis seperti sampah dalam pandangan seorang tukang sampah.

Potret-potret di atas adalah hikayat tentang sudut pandang. Nilai sesuatu tergantung dari perspektif dari mana Anda melihatnya. Mas Wardi dan pelanggannya punya sudut pandang yang berbeda terhadap mie ayam yang terkenal enak dan lezat, satu pihak hanya memandangnya sebagai sumber uang, sementara pihak lainnya memandangnya sebagai mainan lidah yang sayang kalau tak dinikmati. Hal yang sama juga berlaku pada OB yang ditugasi menggendong-gendong tumpukan uang dari satu tempat ke tempat lainnya. Perspektif sampah bagi seorang tukang sampah adalah sumber penghidupan baginya dan bagi keluarganya, berbeda dengan kebanyakan kita, bahwa sampah adalah sesuatu yang tak bernilai.

Baik mie ayam Mas Wardi, tumpukan uang, ataupun sampah hanya dimaknai oleh tokoh-tokoh di atas sebagai sumber kehidupan. Betapapun dramatisnya benda-benda yang mereka geluti, tapi mereka tidak larut dalam kedramatisannya, karena ada kepentingan yang lebih besar dari itu; yaitu melanjutkan kehidupan. Jikalau saja mereka sampai terlarut, Mas Wardi memakan mie ayam yang lezat buatannya sampai habis, si Office Boy melarikan tumpukan uang dan si tukang sampah merasa amit-amit terhadap sampah-sampahnya, mereka akan gagal melanjutkan kehidupan.

Dunia tempat kita hidup kadangkala lezat bagaikan mie ayam buatan Mas Wardi, kadangkala menggoda seperti tumpukan uang yang digendong si OB, terkadang meresahkan bagai tempat sampah, namun apakah kita akan terjebak pada hal-hal yang semacam itu? Dunia tergantung sudut pandang masing-masing. Jikalau saja ada orang yang memandang dunia sebagai jembatan untuk kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan yang akan dipertanggungjawaban di akhirat kelak, maka itu yang terbaik.

Jika saja ada orang yang terpaku pada dunianya, bahwa dunialah tujuan hidupnya, maka orang-orang itu bagaikan Mas Wardi yang memakan habis mie ayam buatannya, atau seperti OB yang tiba-tiba saja melarikan tumpukan uang yang ia gendong, atau seperti tukang sampah yang tengsi terhadap sampah-sampahnya. Bayangkan saja sendiri jika itu terjadi…

Ketika sudut pandang terhadap dunia dengan segala realitasnya adalah jembatan menuju amanah Allah, maka pada saat itu Anda menjadi raja bagi dirimu yang merdeka dari ikatan-ikatan kecemasan dan kegelisahan…

Advertisements

2 comments on “Sudut Pandang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s